-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Operasikan Gardu Induk Digital Pertama di Indonesia, PLN Siap Perkuat Kawasan Industri di Kabupaten Tangerang

Wednesday, December 1, 2021 | December 01, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-01T09:11:07Z
Foto Dok PLN


energikita.id - Guna memperkuat sistem ketenagalistrikan di Kabupaten Tangerang, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melalui 2 unit pelaksananya, yaitu Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2 dan Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 bersinergi dalam melakukan pemberian tegangan atau energize terhadap 3 (tiga) infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus, yaitu Gardu Induk Digital (GID) 150 kV Sepatan II, berikut 2 proyek pendukungnya yakni Transmisi SUTT 150 kV Sepatan II – Sepatan, dan Ext 2 Line Bay Gardu Induk (GI) 150 kV Sepatan.


Ketiga infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berhasil energize secara maraton, dimulai dengan Ext 2 LB GI 150 kV Sepatan dan SUTT 150 kV Sepatan II – Sepatan pada 27 November 2021 pukul 16.19 WIB, dan diakhiri dengan energize GID 150 kV Sepatan II pada 29 November 2021 tepat pada pukul 03.15 WIB, bertempat di masing-masing site project.


General Manager PLN UIP JBB, Ratnasari Sjamsuddin, mengungkapkan bahwa proyek GID 150 kV Sepatan II merupakan Gardu Induk dengan teknologi yang mutakhir. Ia menambahkan, GID merupakan suatu inovasi dari PLN sebagai perusahaan yang terus bertumbuh kembang. 


“Pembangunan GID 150 kV Sepatan II menerapkan teknologi digital pada gardu induk konvensional, untuk menunjang pengoperasian Gardu Induk secara remote, tanpa operator. Tentunya hal ini menjadi keunggulan, dimana data yang mampu dikirimkan ke control center lebih banyak, sehingga kontrol jarak jauh lebih baik,” ungkap Ratna. 


Tidak hanya itu, penggunaan teknologi GID ini memiliki keunggulan lain seperti pengurangan kabel tembaga hingga 80% dan digantikan dengan kabel fiber optik. Hal ini berimplikasi positif pada pengurangan material berat yang digunakan sehingga meminimalisasi material yang diangkut dan berdampak pada pengurangan emisi CO2 pada saat proses pengangkutan. 


Selain itu, dengan adanya sistem pengoperasian yang bersifat remote akan meningkatkan keamanan dari instalasi tersebut serta mengurangi potensi kecelakaan kerja seperti sengatan listrik (electrical shock) karena aspek kesehatan dan keamanan ketenagalistrikan bisa dikontrol dengan maksimal. 


Untuk proyek SUTT 150 kV Sepatan II – Sepatan terdiri dari 8 tower yang terbentang dengan panjang saluran sebesar 1,699 kilometer sirkuit (kms) di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Proyek ini akan mendapatkan pasokan listrik dari GI 150 kV Sepatan eksisting.


“SUTT 150 kV Sepatan - Sepatan II dibangun dengan menggunakan konstruksi pondasi dalam dan tipe tower lattice normal, dengan memanfaatkan material Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (PDP) PT PLN (Persero) untuk memaksimalkan pencapaian aspek biaya, mutu, dan waktu,” ujar Ratna.


Pembangunan ketiga proyek infrastruktur ketenagalistrikan tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp 118,6 M, terdiri dari Ext 2 LB GI 150 kV Sepatan yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 19,2 M, SUTT 150 kV  Sepatan II – Sepatan sebesar Rp 8,9 M, serta GID 150 kV Sepatan II sebesar Rp 90,5 M. 


Kebutuhan akan listrik yang terus meningkat di setiap tahun menuntut PLN harus siap untuk memenuhi ekspektasi publik, khususnya untuk mendukung kawasan Industri dan pemukiman di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya. 


“Beroperasinya Ext GI 150 kV Sepatan dan SUTT 150 kV Sepatan II – Sepatan akan menyalurkan energi listrik untuk mendukung instalasi GID 150 kV Sepatan II yang berimplikasi positif pada penyaluran listrik ke arah pelanggan kawasan industri dan rumah tangga di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya,” tutup Ratna.(*)

×
Berita Terbaru Update