-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

YBM PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Santuni Yatim-Dhuafa dan Bantu Modal Usaha

Wednesday, November 17, 2021 | 1:21:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-17T06:21:57Z



energikita.id - Dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-76 yang jatuh pada 27 Oktober lalu, PLN memberikan santuan kepada yatim dan dhuafa sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada sesama atas pencapain menyediakan lisrik bagi masyarakat luas selama 76 tahun ini. Program yang bertajuk “Menebar Terang, Memupuk Generasi Tangguh Masa Depan” ini diharapkan dapat menyantuni 15.000 yatim dan dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Kalimantan Bagian Barat menye
rahkan bantuan yang disalurkan di tiga daerah berbeda. Bantuan senilai total Rp 48.000.000,- tersebut disalurkan untuk 150 orang anak yatim dan dhuafa di Kota Pontianak, Kab. Ketapang dan Kota Palangka Raya.

Secara simbolis General Manager PLN UIP Kalbagbar, Didik Mardiyanto menyalukan santunan kepada yatim dhuafa di Panti Asuhan Aisyiyah Tunas Harapan, Pontianak pada 12 November 2021 lalu.

“Bentuk rasa syukur para pegawai PLN khususnya UIP Kalbgabar dalam memperingati HLN ke 76 ini salah satunya dengan berbagi kepada sesama dan anak yatim agar dapat meringankan beban saudara yang kurang beruntung. Dana ini dikumpulkan dari dana zakat yang dipotong langsung dari penghasilan bulanan pegawai muslim PLN UIP Kalbagbar,” ujar Didik.

Didik menambahkan bahwa selain memberikan bantuan pembinaan untuk 150 anak yatim dhuafa, YBM PLN UIP KLB juga memberikan bantuan usaha kepada beberapa pedagang kecil dengan memberikan gerobak listrik agar lebih tangguh dan mandiri ekonomi dalam kondisi yang seperti ini.

Hj. Hidayah, Ketua Panti Asuhan Aisyiah Tunas Harapan menuturkan “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas santunan yang diberikan, semoga semua pegawai diberi keberkahan dan keselamatan dan menjadi amal ibadah untuk semuanya. Sesuai tema yang diusung, maka kami akan menyiapkan anak asuh kami agar lebih mandiri, kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan yang ada agar menjadi generasi yang tangguh”.

Di lain kesempatan, penerima bantuan modal usaha berupa gerobak jualan yaitu Ibu Misarah mengungkapan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan, berkat bantuan ini dirinya mampu bertahan di pandemi dan akan mengembangkan usaha selain nasi pecel yaitu mi sagu, kwetiauw dan makanan yang lain.(*)
×
Berita Terbaru Update